.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 277. Haramnya Berkhianat Dan Tidak Menepati Janji

 

 

Allah Ta'ala berfirman: "Hai sekalian orang-orang yang beriman, tepatilah segala perjanjian." (al-Maidah: 1)

 

Allah Ta'ala berfirman pula: "Dan tepatiah perjanjian, karena sesungguhnya perjanjian itu akan ditanyakan." (al-Isra': 34)

 

1581. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w, bersabda: "Ada empat macam perkara yang apabila kesemuanya ada di dalam diri seseorang, maka orang itu adalah seorang munafik yang murni dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada salah satu dari empat macam perkara tadi, maka ia dihinggapi oleh salah satu sifat kemunafikan sehingga ia meninggalkan sifat tersebut yaitu: apabila ia dipercaya berkhianat, apabila berbicara berdusta, apabila berjanji tidak menepati dan apabila bertengkar melakukan kejahatan -kecurangan-." (Muttafaq 'alaih)

 

1582. Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu 'Umar dan Anas radhiallahu 'anhum, berkata: "Nabi s.a.w. bersabda: "Setiap orang yang ingkar janji -yakni tidak menepati janji- itu akan memperoleh sebuah bendera pada hari kiamat, diucapkan: "Inilah pengingkaran si Fulan." (Muttafaq 'alaih)

 

1583. Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Setiap orang yang ingkar janji itu akan memperoleh sebuah bendera pada pantatnya besok pada hari kiamat, bendera itu dinaikkan dan tingginya itu menurut tingkat pengingkarannya. Ingatlah, tiada seorang pengingkarpun yang lebih besar dosa ingkar janjinya itu pada seorang penguasa umum." (Riwayat Muslim)

 

1584. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Ada tiga orang yang Aku adalah lawan mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang memberikan perjanjian padaKu, lalu ingkar -perjanjian itu ialah hendak taat padaNya-, juga seseorang yang menjual seorang yang merdeka -dan disiar-siarkan sebagai budak atau hamba sahaya-, lalu ia makan uang harganya -hasil penjualannya- dan seseorang yang menggunakan tenaga buruh, lalu buruh itu telah memenuhi kewajibannya sebagaimana mestinya, sedang orang itu tidak memberikan upahnya." (Riwayat Bukhari)


Sumber:


Home | TrendMuslim.com