.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 265. Bolehnya Melaknati Kepada Orang-orang Yang Mengerjakan Kemaksiatan Tanpa Menentukan Perorangannya

 

 

Allah Ta'ala berfirman: "Ingatlah bahwa laknat Allah adalah atas orang-orang yang menganiaya." (Hud: 18)

 

Allah Ta'ala berfirman pula: "Maka berserulah orang yang menyerukan bahwasanya laknat Allah adalah atas orang-orang yang menganiaya." (al-A'raf)

 

Sudah tetap dalam Hadis shahih bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah melaknat kepada orang yang menghubungkan -menyambungkan- rambutnya dengan rambut orang lain serta orang yang meminta supaya rambutnya dihubungkan dengan rambut orang lain" -lihat hadits no.1639-, sabdanya pula: "Allah melaknat kepada orang yang memakan harta riba" -hadits no.1612-, sabdanya lagi: "Allah melaknat orang-orang yang menggambar -sesuatu yang bernyawa-, -lihat bab no.305-, sabdanya lagi: "Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas-batas bumi" yakni batas-batas yang ditentukan dalam bumi itu -menurut persetujuan negara-negara yang bersangkutan-, sabdanya lagi: "Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur," sabdanya lagi: "Allah melaknat orang yang melaknat kepada kedua orang tuanya" -Hadis no.338-, juga "Allah melaknat orang yang menyembelih selain karena Allah," juga sabdanya: "Barangsiapa yang melakukan sesuatu kemungkaran atau memberi tempat perlindungan kepada orang yang melakukan kemungkaran, maka atasnya adalah laknat Allah, seluruh malaikat serta sekalian manusia" -hadits no.1801- Sabdanya lagi: "Ya Allah, laknatilah kepada kabilah-kabilah Ri'l, Dzakwan dan 'Ushayyah, mereka semua itu bermaksiat kepada Allah dan RasulNya." Ini adalah nama tiga kabilah bangsa Arab, juga sabdanya: "Allah melaknat kepada kaum Yahudi, mereka menggunakan makam-makam nabi-nabi mereka sebagai masjid," demikian pula sabdanya: "Allah melaknat kepada orang-orang lelaki yang menyerupakan dirinya sebagai orang-orang perempuan dan orang-orang perempuan yang menyerupakan dirinya sebagai orang-orang lelaki." -Hadis 1628- Semua lafaz-lafaz di atas itu tercantum dalam hadits shahih bahkan sebagiannya adalah di dalam kedua kitab shahihnya Imam-Imam Bukhari dan Muslim, sebagian lagi di salah satu dan kedua kitab shahih itu. Sesungguhnya saya bermaksud meringkaskannya dengan cukup menunjukkan pada Hadits-hadits itu saja, sedangkan sebagian besar akan saya uraikan dalam masing-masing babnya dari kitab ini. Insya Allah.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com