.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 237. Keutamaan Berbuat Baik Kepada Hamba Sahaya -Budak-, Juga Kepada Pelayan atau Pembantu

 

 

Allah Ta'ala berfirman: "Dan sembahlah olehmu semua akan Allah dan janganlah menyekutukan sesuatu denganNya, berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang menjadi kerabat, tetangga yang bukan kerabat, kawan dalam perjalanan, orang yang sedang dalam perjalanan dan apa-apa yang menjadi milik tangan kananmu -yakni hamba sahaya-." (an-Nisa': 36)

 

1357. Dari al-Ma'mr bin Suwaid, katanya: "Saya melihat Abu Zar r.a. ia mengenakan suatu pakaian, sedang bujangnya -hamba sahaya kecil- juga mengenakan pakaian sebagaimana yang dikenakan olehnya -yakni dalam hal mutu kain-, potongan dan coraknya. Saya lalu bertanya padanya, mengapa ia berbuat demikian. Abu Zar lalu menyebutkan bahwasanya ia pada zaman Rasulullah s.a.w. pernah memaki seorang lelaki, kemudian dicacinya orang itu dengan menyebutkan ibunya. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: "Engkau ini benar-benar seorang yang dalam dirimu itu masih ada sifat Jahiliyah. Para hamba sahaya itu adalah saudara-saudaramu juga merupakan pembantu-pembantumu. Oleh Allah mereka itu dijadikan dibawah tanganmu -yakni berada di bawah kekuasaanmu-. Oleh sebab itu barangsiapa yang saudaranya itu ada di bawah tangannya -yakni barangsiapa yang memiliki hamba sahaya-, hendaklah ia memberinya makan dari apa yang dimakan olehnya sendiri, memberinya pakaian dari apa-apa yang dikenakan olehnya, janganlah memaksa mereka mengerjakan sesuatu yang dapat mengalahkan mereka -yakni yang mereka tidak kuat mengerjakannya-, tetapi jikalau mereka engkau paksa sedemikian, maka wajiblah engkau menolong mereka itu." (Muttafaq 'alaih)

 

1358. Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Jikalau seseorang diantara engkau semua telah didatangi oleh pelayannya dengan membawa makanannya, maka jikalau ia tidak mengajak duduk bersama pelayannya itu, hendaklah memberinya saja sesuap atau dua suap, satu macam atau dua macam suapan makanan, sebab sesungguhnya pelayan itu telah merampungkan pekerjaannya." (Riwayat Bukhari) Al-uklah dengan dhammahnya hamzah, artinya ialah suapan makanan.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com