.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 206. Keutamaan Shalat Dhuha Dan Uraian Perihal Sesedikit-sedikitnya Rakaat Dhuha, Sebanyak-banyaknya Dan Yang Pertengahannya Serta Anjuran Untuk Menjaga Untuk Terus Melakukannya

 

 

1136. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Kekasihku -yakni Nabi Muhammad s.a.w.- telah memberikan wasiat padaku untuk melakukan puasa sebanyak tiga hari dalam setiap bulan, juga dua rakaat -shalat- sunnah Dhuha dan supaya saya shalat witir dulu sebelum tidur." (Muttafaq 'alaih) Melakukan shalat witir sebelum tidur itu hanyalah disunnahkan bagi seseorang yang merasa dirinya tidak akan dapat bangun pada akhir malam. Tetapi sekiranya merasa dapat shalat witir pada akhir malam, maka itu adalah lebih utama lagi.

 

1137. Dari Abu Zar r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Setiap ruas tulang dari seorang diantara engkau semua itu harus ada sedekahnya pada setiap pagi harinya, maka setiap sekali tasbih -bacaan Subhanallah- adalah sedekah, setiap sekali tahmid -bacaan Alhamdulillah- adalah sedekah, setiap sekali tahlil -bacaan La ilaha ilallah- adalah sedekah, setiap sekali takbir -bacaan Allahu Akbar- adalah sedekah, memerintahkan kepada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah dan yang sedemikian itu dapat dicukupi oleh dua rakaat yang dilakukan oleh seseorang dari shalat Dhuha." (Riwayat Muslim)

 

1138. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. itu shalat Dhuha empat rakaat dan menambahkan dari jumlah itu sekehendak hatinya." (Riwayat Muslim)

 

1139. Dari Ummu Hani' yaitu Fakhitah binti Abu Thalib radhiallahu 'anha, katanya: "Saya pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. pada hari pembebasan -kota Makkah-, lalu saya temui beliau s.a.w. sedang mandi. Setelah beliau s.a.w. selesai mandi, lalu shalat sebanyak delapan rakaat. Itulah shalat Dhuha." (Muttafaq 'alaih) Ini adalah yang diringkaskan dari lafaznya salah satu dari beberapa riwayat Muslim.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com