.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 183. Anjuran Membaca Surat-surat Atau Ayat-ayat Yang Tertentu

 

 

1006. Dari Abu Said, yaitu Rafi' bin al-Mu'alla r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepadaku: "Tidakkah engkau suka jikalau saya mengajarkan padamu akan seagung-agung surat dalam al-Quran sebelum engkau keluar dari masjid?" Kemudian beliau s.a.w. mengambil tanganku. Setelah kita hendak keluar, sayapun berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya Tuan tadi bersabda: "Sungguh-sungguh saya akan mengajarkan padamu seagung-agung surat dalam al-Quran." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Seagung-agung surat ialah Alhamdulillahi rabbil 'alamin -dan seterusnya sampai Waladh dhollin-. Itulah yang disebut Assab'ul matsani -yakni tujuh ayat banyaknya dan diulang-ulangi dua kali atau surat Alfatihah-. Juga itulah yang disebut al-Quran al-'Azhim yang diberikan padaku." (Riwayat Bukhari)

 

1007. Dari Abu Said al-Khudri r.a., bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda mengenai surat Qulhuwallahuahad -yakni surat al-lkhlas-, yaitu: "Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya surat al-Ikhlas itu sesungguhnya menyamai sepertiga al-Quran -mengenai pahala membacanya-." Dalam riwayat lain disebutkan: Bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda kepada sahabat-sahabatnya: "Apakah seorang diantara engkau semua itu akan merasa lemah -tidak kuat-  untuk membaca sepertiga al-Quran dalam satu malam?" Tentu saja hal itu dirasakan berat oleh mereka dan mereka berkata: "Siapakah diantara kita semua yang kuat melakukan itu, ya Rasulullah?" Kemudian beliau s.a.w. bersabda: Qul huwallahu ahad Allahush shamad adalah sepertiga al-Quran -yakni pahala membacanya menyamai membaca sepertiga al-Quran itu-." (Riwayat Bukhari)

 

1008. Dari Abu Said al-Khudri r.a. pula bahwasanya ada seorang lelaki mendengar lelaki lain membaca: Qul huwallahu ahad, dan seterusnya -dan orang itu mengulang-ulanginya-. Setelah datang pagi harinya, orang yang mendengar itu pergi ke tempat Rasulullah s.a.w. lalu menyebutkan pada beliau s.a.w. apa yang didengarnya, seolah-olah orang ini menganggapnya sebagai amalan yang kecil saja -kurang berarti-. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Demi Zat yang jiwaku ada di dalam genggamanNya, sesungguhnya surat al-Ikhlas itu sesungguhnya menyamai -pahalanya dengan membaca- sepertiga al-Quran." (Riwayat Bukhari)

 

1009. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda mengenai Qul huwallahu ahad, yaitu: "Sesungguhnya surat ini adalah menyamai -pahalanya dengan membaca- sepertiga al-Quran." (Riwayat Muslim)

 

1010. Dari Anas r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya saya senang sekali pada surat ini, yaitu Qul huwallahu ahad. Lalu beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya kecintaanmu pada surat itu akan dapat memasukkan engkau dalam syurga." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Imam Bukhari juga meriwayatkannya dalam kitab shahihnya sebagai ta'liq.

 

1011. Dari 'Uqbah bin 'Amir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Adakah engkau mengetahui beberapa ayat yang diturunkan malam ini? Benar-benar tidak ada sama sekali yang seumpama dengan itu, yaitu surat Qul a'udzu birabbil falaq dan surat Qul a'udzu birabbin nas." (Riwayat Muslim)

 

1012. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. dahulunya selalu berta'awwudz -mohon perlindungan kepada Allah- dari gangguan jin dan mata manusia, sehingga turunlah dua surat mu'awwidzah -yaitu surat-surat Qul a'udzu birabbil falaq dan Qul a'udzu birabbin nas-. Setelah kedua surat itu turun, lalu beliau s.a.w. mengambil keduanya itu saja -mengamalkannya- dan meninggalkan yang lain-lainnya." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

 

1013. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Setengah dari al-Quran itu ada sebuah surat yang jumlah ayatnya ada tiga puluh ayat. Surat itu dapat memberikan syafaat kepada seorang -jikalau ia membacanya- sehingga orang itu diampuni, yaitu surat Tabarakal ladzi biyadihil mulk -yakni surat al-Mulk." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih. Dalam riwayat Imam Abu Dawud disebutkan dengan menggunakan kata: tasyfa'u -sebagai gantinya- "syafaat", artinya sama yaitu memberi syafaat.

 

1014. Dari Abu Mas'ud al-Badri r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah di waktu malam -yaitu ayat Aamanar rasulu sampai akhir surat-, maka kedua ayat itu mencukupinya." (Muttafaq 'alaih) Dikatakan oleh para alim ulama bahwa arti kafataahu atau mencukupi orang tadi, maksudnya mencukupi dari apa yang tidak disenangi atau tidak diinginkan pada malam itu. Ada pula yang mengartikan mencukupi dari berdiri untuk shalat malam.

 

1015. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua menjadikan rumah-rumahmu itu sebagai kuburan -yakni tidak pernah shalat sunnah atau membaca al-Quran di dalamnya-, sehingga sepi dari ibadah. Sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang di dalamnya itu dibacakan surat al-Baqarah." (Riwayat Muslim)

 

1016. Dari Ubay bin Ka'ab r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hai Abul Mundzir, adakah engkau mengetahui, ayat manakah dari Kitabullah -yakni al-Quran- yang ada besertamu itu yang teragung?" Saya lalu menjawab: "Yaitu Allahu la ilaha ilia huwal hayyul qayyum, yakni ayat al-Kursi. Beliau s.a.w. lalu menepuk-nepuk dadaku dan bersabda: "Semoga engkau mudah memperoleh ilmu, hai Abul Mundzir." Beliau s.a.w. mendoakan demikian karena benar sekali apa yang diucapkan Abul Munzir itu.(Riwayat Muslim)

 

1017. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Saya diserahi oleh Rasulullah s.a.w. untuk menjaga sesuatu dari hasil zakat Ramadhan -yakni zakat fitrah-. Kemudian datanglah padaku seorang pendatang, segeralah ia mulai mengambil makanan itu -sepenuh tangannya lalu diletakkan dalam wadah-. Saya lalu menahannya terus berkata: "Sungguh-sungguh engkau akan saya hadapkan kepada Rasulullah s.a.w." Orang itu berkata: "Sesungguhnya saya ini adalah seorang yang sangat membutuhkan dan saya mempunyai tanggungan keluarga banyak serta saya mempunyai hajat yang sangat sekali -maksudnya amat fakirnya-. Setelah itu iapun saya lepaskan -dengan membawa makanan secukupnya-. Pada pagi harinya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Hai Abu Hurairah, apakah yang dikerjakan oleh tawananmu -yakni orang yang kau pegang- tadi malam?" Saya menjawab: "Ya Rasulullah, ia mengadukan bahwa ia mempunyai kebutuhan serta keluarga, lalu saya belas kasihan padanya, maka dari itu saya lepaskan sekehendak jalannya -yakni sesuka hatinya pergi-." Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: "Sebenarnya orang itu telah berdusta padamu dan ia akan kembali lagi." Jadi saya mengetahui bahwa ia akan kembali karena begitulah sabda Rasulullah s.a.w. Selanjutnya saya terus mengintipnya, tiba-tiba ia kembali lagi dan segera saja mengambil makanan lagi, lalu saya berkata: "Sungguh-sungguh saya akan menghadapkan engkau kepada Rasulullah s.a.w." Ia berkata: "Biarkanlah saja -sekali ini-, sebab sesungguhnya saya adalah seorang yang amat membutuhkan dan saya mempunyai banyak keluarga yang menjadi tanggungan saya. Saya tidak akan kembali lagi." Sekali lagi saya menaruh belas kasihan padanya, lalu saya lepaskan sekehendak jalannya. Ketika pagi datang, kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda padaku: "Hai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?" Saya berkata: "Ia mengadukan lagi bahwa ia amat membutuhkan dan mempunyai banyak tanggungan keluarga, maka dari itu saya belas kasihan padanya dan saya lepaskanlah sekehendak jalannya." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya ia berkata dusta padamu dan ia akan kembali lagi." Saya mengintipnya untuk ketiga kalinya. Ia datang dan terus mengambil makanan lalu saya tangkaplah ia, kemudian saya berkata: "Kini sungguh-sungguh saya akan menghadapkan engkau kepada Rasulullah s.a.w. dan ini adalah yang terakhir, karena untuk ketiga kalinya engkau datang, sedang engkau memastikan tidak akan datang, tetapi engkau datang lagi." Orang itu lalu berkata: "Biarkanlah aku -yakni supaya engkau lepaskan saja-, sesungguhnya saya akan mengajarkan beberapa kalimat padamu yang dengannya itu Allah akan memberikan kemanfaatan padamu." Saya berkata: "Apakah kalimat-kalimat itu." Ia menjawab: "Jikalau engkau hendak menempati tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi, karena sesungguhnya -kalau itu engkau baca-, engkau akan senantiasa didampingi oleh seorang penjaga dari Allah dan engkau tidak akan didekati oleh syaitan sehingga datang waktu pagi." Akhirnya orang itu saya lepaskan lagi sekehendak jalannya. Saya pada pagi harinya, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda padaku: "Apakah yang dilakukan oleh tawananmu tadi malam?" Saya menjawab: "Ia menyangka bahwa ia telah mengajarkan padaku beberapa kalimat yang dengannya itu Allah akan memberikan kemanfaatan padaku, lalu saya lepaskanlah ia menurut sekehendak jalannya." Beliau s.a.w. bertanya: "Apakah kalimat-kalimat itu?" Saya menjawab: "Ia berkata kepada saya: "Jikalau engkau menempati tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursi sejak dari permulaannya sehingga engkau habiskan ayat itu sampai selesai, yaitu: Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qayyum." Ia melanjutkan katanya kepada saya: "Jikalau itu engkau baca, maka engkau selalu akan didampingi oleh seorang penjaga dari Allah dan syaitan tidak akan mendekat padamu sehingga datang waktu pagi." Nabi s.a.w. lalu bersabda: "Sesungguhnya ia telah berkata benar padamu -yakni kalau membaca ayat al-Kursi, maka akan terus mendapat penjagaan dari Allah-, tetapi orang itu sendiri sebenarnya adalah pendusta besar. Adakah engkau mengetahui, siapakah yang engkau ajak bicara selama tiga malam berturut-turut itu?" Saya menjawab: "Tidak." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Itu adalah syaitan." (Riwayat Bukhari)

 

Keterangan:

Ayat Kursi yang dimaksudkan dalam hadits diatas ialah sebagaimana yang tercantum di bawah ini dan sebelum membaca ayat tersebut, sebaiknya membaca Ta'awwudz dulu yaitu: A'udzu billahu minasy syatthanir rajiim, selanjutnya barulah membaca ayat al-Kursi yang tercantum dalam surat al-Baqarah ayat 255, bunyinya (artinya): "Allah yang tiada Tuhan selain Dia itu, adalah Maha Hidup serta Berdiri sendiri -yakni tidak membutuhkan kepada yang selainNya-. Dia tidak akan dihinggapi oleh rasa kantuk dan tidak pula pernah tidur. BagiNya adalah semua yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Mengetahui apa saja yang ada di muka mereka -yakni seluruh makhluk- dan apa saja yang ada di belakangnya. Siapakah yang kiranya dapat memberikan syafaat -pertolongan- di sisiNya -baik sewaktu di dunia ataupun di akhirat nanti- melainkan dengan izinNya? Kursinya -yakni kerajaanNya- adalah meliputi seluruh langit dan bumi dan Dia tidak akan tersibukkan dalam memelihara keduanya -langit dan bumi- itu, karena Dia adalah Maha Tinggi serta Agung."

 

1018. Dari Abuddarda' r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia terjaga dari gangguan Dajjal." Dalam riwayat lain disebutkan: "Dari akhir surat al-Kahfi." (Riwayat Muslim) [Baca Status Hadits Disini]


Sumber:


Home | TrendMuslim.com