.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 169. Menolong Kawan

 

 

Dalam bab ini ada beberapa hadits yang banyak sekali dan sudah terdahulu uraiannya, seperti hadits -yang artinya-: "Dan Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya," lihat hadits no.245 -dan juga seperti hadits yang artinya-: "Setiap perbuatan baik itu adalah sedekah," lihat hadits no.134, dan hadits lainnya yang menyerupainya.

 

966. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Pada suatu ketika kita sedang berpergian, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang naik di atas kendaraannya, lalu ia menolehkan pandangannya kesebelah kanan dan kiri. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang kelebihan kendaraan, maka hendaklah mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan dan barangsiapa yang mempunyai kelebihan bekal, maka hendaklah ia mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai bekal lagi." Selanjutnya beliau s.a.w. menyebutkan berbagai macam harta sekehendak yang beliau sebutkan, sehingga kita semua meyakinkan bahwasanya siapapun juga di kalangan kita itu tidak mempunyai hak terhadap apa-apa yang sudah kelebihan dari yang diperlukan. (Riwayat Muslim)

 

967. Dari Jabir r.a. dari Rasulullah s.a.w. bahwasanya beliau sa.w. hendak berangkat berperang, lalu bersabda: Hai sekalian kaum Muhajirin dan Anshar, sesungguhnya diantara saudara-saudaramu ini ada suatu kaum yang mereka itu tidak mempunyai harta dan pula tidak mempunyai keluarga, maka dari itu seorang diantara engkau semua hendaklah menggabungkan pada dirinya dua orang atau tiga orang lagi -maksudnya yang tidak mampu itu diberi segala pembiayaannya dalam peperangan-. Maka tiada seorangpun dari kita yang mempunyai kendaraan yang dapat digunakan untuk membawanya -yakni untuk dinaikinya dalam perjalanan-, melainkan sama gilirannya seperti giliran yang lain -jadi kalau yang mempunyai kendaraan itu naik selama sejam, maka orang miskin yang digabungkan itupun dapat menaiki selama sejam pula-. Jabir berkata: "Saya menggabungkan pada diriku sebanyak dua atau tiga orang. Jadi gilirannya naik untaku tiada lain kecuali sama antara giliran yang satu dengan orang lain. (Riwayat Abu Dawud)

 

968. Dari Jabir r.a. pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. selalu membelakang di waktu dalam perjalanan, maka beliau membimbing orang yang lemah dan menaikkan di belakangnya -dalam kendaraan yang dinaikinya-, juga mendoakan padanya." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com