.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 167. Sunnahnya Mencari Kawan Dalam Berpergian Dan Mengangkat Seseorang Di Antara Yang Sama-sama Pergi Itu Sebagai Pemimpin Mereka Yang Harus Diikuti Oleh Peserta-peserta Perjalanan Itu

 

 

955. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Andaikata para manusia itu mengetahui -bencana-bencana keduniaan dan keakhiratan- dengan sebab berpergian sendirian sebagaimana yang dapat saya ketahui, sesungguhnya tidak akan ada seorang pengendara yang pergi di waktu malam sendirian saja." (Riwayat Bukhari)

 

956. Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari nenek lelakinya r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Seorang yang berkendaraan sendirian -maksudnya pergi seorang diri tanpa kawan- adalah seperti cara perginya syaitan, dua orang yang berkendaraan -yakni pergi berduaan- adalah seperti cara perginya dua syaitan, sedang tiga orang yang sama-sama berpergian adalah sepasukan dalam perjalanan," yang dapat bantu-membantu dan ini adalah baik serta tidak seperti cara perginya syaitan. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa'i dengan isnad-isnad shahih dan Imam Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.

 

Keterangan:

Orang yang berkendaraan atau bahasa Arabnya Arrakib, menurut asalnya berarti orang yang menaiki unta, tetapi lalu digunakan secara umum untuk setiap orang yang pergi berkendaraan. Maksud hadits ini ialah bahwasanya menyendiri di waktu berpergian itu adalah termasuk kelakuan syaitan atau merupakan sesuatu yang menyebabkan mudah digoda oleh syaitan itu. Jadi hadits ini adalah sebagai anjuran, agar dalam berpergian itu senantiasa berkawan dengan orang lain, sedikitnya berjumlah tiga orang.

 

957. Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau ada tiga orang yang keluar dalam berpergian, maka hendaklah mereka mengangkat seorang di kalangan mereka sendiri itu untuk menjadi pemimpinnya." Hadis hasan yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.

 

958. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Sebaik-baik sahabat itu empat orang, sebaik-baik pasukan itu ialah empat ratus orang, sebaik-baik tentara -induk pasukan- itu ialah empat ribu orang dan jumlah dua belas ribu orang itu tidak akan terkalahkan dengan sebab sedikitnya." Jadi kalau kalah, tentulah karena sebab yang lain-lain, seperti timbulnya kesombongan, lembeknya semangat atau sebab-sebab lain lagi. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com