.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 145. Ucapan Yang Dapat Digunakan Untuk Mendoakan Orang Sakit

 

 

898. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi s.a.w. itu apabila ada seorang yang mengeluh karena ada sesuatu yang dirasa sakit pada dirinya atau ada luka, baik kecil ataupun besar, maka Nabi s.a.w. berdoa dengan menggunakan jari tangannya sedemikian. Sufyan bin 'Uyainah yang meriwayatkan hadits ini menunjukkan cara menggunakan jari itu, yakni telunjuknya diletakkan di bumi lalu diangkat dan di waktu meletakkan itu mengucapkan -yang artinya-: ''Dengan menyebut nama Allah, ini adalah tanah bumi kita, dicampur dengan ludah sebagian dari kita, dengannya dapat disembuhkan orang sakit diantara kita, dengan izin Tuhan kita."

 

899. Dari Aisyah radhiallahu 'anha pula bahwasanya Nabi s.a.w. pada suatu waktu menjenguk setengah dari keluarganya yang sakit. Beliau s.a.w. mengusap dengan tangannya yang kanan dan mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah kesukaran -yakni penyakit- ini. Sembuhkanlah, Engkau sajalah yang dapat menyembuhkan. Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan daripadaMu, yakni kesembuhan yang tidak lagi meninggalkan penyakit." (Muttafaq 'alaih)

 

900. Dari Anas r.a. bahwasanya ia berkata kepada Tsabit rahimahullah: "Sukakah engkau saya beri ucapan mantera-mantera dengan mantera-mantera yang diberikan oleh Rasulullah s.a.w.?" Ia menjawab: "Baiklah." Anas mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, yang dapat melenyapkan kesukaran -penyakit-. Sembuhkanlah, Engkau sajalah yang dapat menyembuhkan. Tiada yang kuasa menyembuhkan kecuali Engkau, suatu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit." (Riwayat Bukhari)

 

901. Dari Sa'ad bin Abu Waqqash r.a., katanya: "Saya dijenguk oleh Rasulullah s.a.w. -waktu ia menderita sakit- lalu beliau s.a.w. mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad, ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad, ya Allah, sembuhkanlah Sa'ad." (Riwayat Muslim)

 

902. Dari Abu Abdillah yaitu Usman bin Abul 'Ash r.a. bahwasanya ia mengadu kepada Rasulullah s.a.w. karena adanya suatu penyakit yang diderita dalam tubuhnya, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda padanya: "Letakkanlah tanganmu pada tempat yang engkau rasa sakit dari tubuhmu itu, kemudian ucapkanlah "Bismillah" tiga kali, lalu ucapkanlah pula sebanyak tujuh kali -yang artinya-: "Saya mohon perlindungan dengan kemuliaan Allah dan kekuasaanNya dari keburukannya sesuatu yang saya peroleh dan saya takutkan." (Riwayat Muslim)

 

903. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit yang belum waktunya untuk didatangi oleh ajal kematiannya, lalu orang yang menjenguk tadi mengucapkan untuk yang sakit itu sebanyak tujuh kali, yaitu ucapan -yang artinya-: "Saya mohon kepada Allah yang Maha Agung, yang menguasai 'arasy yang agung, semoga Allah menyembuhkan penyakitmu", melainkan Allah akan menyembuhkan orang tadi dari penyakit yang dideritainya. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. Imam Hakim berkata bahwa hadits ini adalah shahih menurut syaratnya Imam Bukhari.

 

904. Dari Ibnu Abbas r.a. pula bahwasanya Nabi s.a.w. masuk ke tempat A'rab -penghuni pedalaman negeri Arab- untuk menjenguknya -karena sakit- dan Nabi s.a.w. itu apabila masuk ke tempat orang sakit untuk menjenguknya, maka beliau mengucapkan -yang artinya-: "Tidak ada halangan apa-apa. Ini sebagai pencuci dosa-dosamu, Insya Allah." (Riwayat Bukhari)

 

905. Dari Abu Said al-Khudri r.a. bahwasanya Jibril mendatangi Nabi s.a.w. lalu berkata: "Hai Muhammad, adakah Anda sakit?" Beliau s.a.w. menjawab: "Ya." Jibril lalu mengucapkan -yang artinya-: "Dengan nama Allah, saya memberikan mantera-mantera padamu, dari segala macam bahaya yang menyakitkan dirimu, juga dari semua hati dan mata yang mendengki. Allah akan menyembuhkan penyakitmu. Dengan nama Allah, saya memberikan mantera-mantera padamu." (Riwayat Muslim)

 

906. Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma bahwasanya keduanya itu menyaksikan Rasulullah s.a.w. bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan -yang artinya-: "Tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar," maka ucapannya itu akan dibenarkan oleh Tuhannya dan Tuhan berfirman: "Tiada tuhan selain Aku dan Aku adalah Maha Besar." Kemudian jikalau orang itu mengucapkan -yang artinya-: "Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutuNya," maka Tuhan berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiKu." Seterusnya apabila orang itu mengucapkan -yang artinya-: "Tiada Tuhan melainkan Allah, bagiNya adalah segenap kerajaan dan baginya pula segala puji-pujian," maka Allah berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku, bagiKu segenap kerajaan dan bagiKu pula segala puji-pujian." Dan jikalau orang itu mengucapkan -yang artinya-: "Tiada Tuhan melainkan Allah dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah," maka Allah berfirman: "Tiada Tuhan melainkan Aku dan tiada daya serta tiada kekuatan melainkan dengan pertolonganKu." Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan semua di atas itu di waktu sakitnya lalu ia meninggal dunia, maka ia tidak akan dapat dimakan oleh api neraka." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com