.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 142. Sunnahnya Mentasymitkan -Mendoakan Agar Dikaruniai Kerahmatan Oleh Allah Dengan Mengucapkan: Yarhamukallah- Kepada Orang Yang Bersin, Jikalau Ia Memuji Kepada Allah Ta'ala -Yakni Membaca Alhamdulillah- Dan Makruh Mentasymitkannya Jikalau Ia Tidak Memuji Kepada Allah Ta'ala, Begitu Pula Uraian Tentang Adab-adab Kesopanan Bertasymit, Bersin Dan Menguap

 

 

875. Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya Allah itu mencintai bersin dan benci kepada menguap. Maka apabila seseorang diantara engkau semua bersin dan ia memuji kepada Allah Ta'ala -yakni mengucapkan Alhamdulillah- maka menjadi hak atas setiap orang Muslim yang mendengarnya supaya ia mengucapkan padanya: Yarhamukallah, yakni: "Semoga engkau diberi kerahmatan oleh Allah". Adapun menguap, maka sesungguhnya menguap itu dari syaitan. Maka apabila seorang diantara engkau semua menguap, hendaklah menolaknya sekuat mungkin, sebab sesungguhnya seorang diantara engkau semua itu apabila menguap maka ketawalah syaitan daripadanya itu." (Riwayat Bukhari)

 

876. Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Nabi s.a.w., sabdanya: "Apabila seseorang diantara engkau semua itu bersin, maka hendaklah mengucapkan: "Alhamdulillah" dan hendaklah saudaranya atau kawannya yang mendengarkan itu lalu mengucapkan: "Yarhamukallah". Selanjutnya apabila saudara atau kawannya tadi sudah mengucapkan: "Yarhamukallah", maka hendaklah orang yang bersin tadi mengucapkan: "Yahdikumullah wayush-lihu balakum", artinya: "Semoga Allah memberikan petunjuk pada Anda dan pula membaguskan hati Anda". (Riwayat Bukhari)

 

Keterangan:

Menguap itu sudah dimaklumi. Bahasa Arabnya Tatsaub dan isimnya Tsaufaa'. Ia dianggap berasal dari syaitan, sebagai tanda kebencian kita padanya, karena menguap itu hanya terjadi dengan sebab adanya tubuh yang berat, perut yang berisi penuh dan condong sekali pada kemalasan. Hikmahnya adalah kita hendaknya menjauhi dari sesuatu yang dapat mengakibatkan menguap tadi seperti terlampau kenyang, tidak adanya kegiatan, malas-malasan, sehingga berat melakukan ibadah dan ketaatan.

 

877. Dari Abu Musa r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila seorang diantara engkau semua itu bersin lalu ia mengucapkan: Alhamdulillah, maka tasymitkanlah ia -yakni doakan ia supaya memperoleh kerahmatan Allah dengan mengucapkan: Yarhamukallah-. Tetapi jikalau ia tidak mengucapkan: Alhamdulillah, maka janganlah engkau semua mentasymitkannya." (Riwayat Muslim)

 

878. Dari Anas r.a., katanya: "Ada dua orang yang sedang berada disisi Nabi s.a.w., lalu beliau s.a.w. mentasymitkan pada yang seorang diantara keduanya itu -waktu ia bersin-, tetapi tidak mentasymitkan kepada yang lainnya. Lalu berkatalah orang yang tidak ditasymitkan oleh beliau itu: "Si Fulan ini bersin lalu Anda mentasymitkan ia, sedang sayapun bersin, tetapi Anda tidak mentasymitkan saya. Apakah sebabnya?" Beliau s.a.w. menjawab: "Orang ini setelah bersin mengucapkan Alhamdulillah, sedang engkau tidak mengucapkan Alhamdulillah." (Muttafaq 'alaih)

 

879. Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu apabila bersin, lalu meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya dan memperlahankan -atau tidak memperdengarkan- suaranya karena bersinnya itu." Orang yang meriwayatkan hadits ini ragu-ragu -apakah dengan kata-kata khafadha atau ghadhdha-, tetapi artinya sama yaitu memperlahankan atau tidak memperdengarkan yakni menutupi suaranya. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.

 

880. Dari Abu Musa r.a., katanya: "Orang-orang Yahudi sama-sama bersin di sisi Rasulullah s.a.w. dan mereka mengharapkan hendaknya beliau s.a.w. mengucapkan: Yarhamukumullah, tetapi beliau s.a.w. mengucapkan: Yahdikumullah wayushlihu balakum. Jadi bukan didoakan supaya dirahmati oleh Allah, tetapi didoakan semoga diberi petunjuk dulu oleh Allah dan diperbaguskan hatinya, sehingga suka menganut agama Islam, sebab pada waktu itu mereka belum memeluk agama Islam, sekalipun mengetahui kebenarannya Muhammad s.a.w. sebagai utusan Tuhan. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.

 

881. Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Jikalau seseorang diantara engkau semua itu menguap, maka hendaklah ia memegangkan tangannya pada mulutnya -menutup mulutnya-, sebab sesungguhnya syaitan itu akan masuk di dalamnya -jikalau mulut tidak ditutup-." (Riwayat Muslim)


Sumber:


Home | TrendMuslim.com