.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 137. Salamnya Seorang Lelaki Kepada Istrinya Dan Wanita Yang Menjadi Mahramnya Atau Kepada Orang Lain -Yakni Bukan Istri Atau Mahram-, Sendiri atau Banyak Yang Tidak Dikhawatirkan Timbulnya Fitnah Dengan Mereka Itu, Demikian Pula Salam Kaum Wanita Itu Pada lelaki Dengan Syarat Tidak Menimbulkan Fitnah

 

 

860. Dari Sahl bin Sa'ad r.a., katanya: "Di rumah kita ada seorang wanita, atau dalam riwayat lain disebutkan: "Kita mempunyai seorang wanita yang sudah tua. Ia mengambil dari pokok tanaman sayur bernama silik lalu sayur itu diletakkan olehnya dalam kuali dan ia menumbuk biji-bijian gandum. Maka jikalau kita semua telah selesai melakukan shalat Jumaat, kitapun pulanglah lalu kita mengucapkan salam pada wanita tadi, kemudian ia menghidangkan makanan yang dimasaknya itu pada kita." (Riwayat Bukhari) Tukarkiru artinya menumbuk.

 

861. Dari Ummu Hani' yaitu Fakhitah binti Abu Thalib radhiallahu'anha, katanya: "Saya datang di tempat Nabi s.a.w. pada hari penaklukan kota Makkah dan beliau s.a.w. sedang mandi, sedang Fathimah menutupinya, kemudian saya mengucapkan salam padanya," dan selanjutnya Fakhitah menyebutkan kelanjutan hadits ini sampai selesai. (Riwayat Muslim)

 

862. Dari Asma' binti Yazid radhiallahu 'anha, katanya: "Nabi s.a.w. berjalan melalui kita, yaitu kelompok kaum wanita, lalu beliau s.a.w. mengucapkan salam kepada kita." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. Ini adalah lafaznya Imam Abu Dawud. Adapun lafaznya Imam Tirmidzi ialah: Bahwasanya Rasulullah s.a.w. berjalan dalam masjid pada suatu hari melalui sekelompok kaum wanita yang sedang duduk-duduk, lalu beliau s.a.w. memberikan isyarat dengan tangannya dengan disertai ucapan salam.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com