.:: HaditsWeb7.0 ::.


 

Bab 117. Kitab Pakaian Sunnahnya Mengenakan Pakaian Putih Dan Bolehnya Mengenakan Pakaian Berwarna Merah, Hijau, Kuning, Hitam, juga Bolehnya Mengambil Pakaian Dari Kapuk, Katun, Rambut, Bulu Dan Lain-lain Lagi Kecuali Sutera

 

 

Allah Ta'ala berfirman: Hai anak Adam -yakni manusia-, Kami telah menurunkan untukmu semua pakaian-pakaian yang dapat engkau semua gunakan untuk menutupi aurat-auratmu dan pula pakaian untuk hiasan dan pakaian ketaqwaan adalah yang terbaik." (al-A'raf: 26)

 

Allah Ta'ala berfirman lagi: "Dan Allah membuat untukmu semua pakaian-pakaian untuk memelihara engkau semua dari panas, juga pakaian-pakaian -baju besi- untuk melindungi engkau semua dalam peperangan." (an-Nahl: 81)

 

776. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Kenakanlah yang berwarna putih dari pakaian-pakaianmu itu karena sesungguhnya yang putih itu adalah yang terbaik diantara pakaian-pakaianmu, juga berikanlah kafan orang-orang yang mati dari engkau semua dengan kain yang berwarna putih." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.

 

777. Dari Samurah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Kenakanlah pakaian-pakaian yang putih, sebab yang sedemikian itu adalah lebih suci dan lebih bagus serta berilah kafan orang-orang yang mati dari engkau semua dengan kain putih." Diriwayatkan oleh Imam-imam Nasa'i dan Hakim dan Hakim mengatakan bahwa ini adalah hadits shahih.

 

778. Dari al-Bara' bin 'Azib r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu adalah seorang yang sedang tingginya -yakni tinggi tubuhnya itu sedang-, sungguh-sungguh saya telah melihat beliau s.a.w. mengenakan pakaian yang berwarna merah. Tidak pernah sama sekali saya melihat sesuatu apapun yang tampaknya lebih indah dari beliau s.a.w. itu." (Muttafaq 'alaih)

 

779. Dari Abu Juhaifah yaitu Wahab bin Abdullah r.a., katanya: "Saya melihat Nabi s.a.w. di Makkah. Beliau ada di Abthah dalam kubbahnya -kemahnya- yang berwarna merah yang terbuat dari kulit yang sudah dimasak. Bilal lalu keluar dengan membawa air wudhu' yang disediakan untuk Nabi s.a.w. Di antara orang-orang itu ada yang terpercik airnya dan ada pula yang terkena air itu banyak-banyak. Selanjutnya keluarlah Nabi s.a.w. mengenakan pakaian berwarna merah, seolah-olah saya masih dapat melihat pada keputihan kedua betisnya. Beliau s.a.w. lalu berwudhu' dan Bilalpun beradzan. Saya selalu mengikuti saja gerak mulut Bilal yang bergerak ke sini dan ke situ sambil mengucapkan adzan itu menoleh ke kanan ke kiri yakni ketika mengucapkan: "Hayya 'alash shalah -menoleh ke kanan- dan Hayya 'alal falah -menoleh ke kiri-." Kemudian ditancapkanlah sebuah tongkat -di muka beliau saw sebagai tanda batas yang tidak boleh dilalui-. Beliau s.a.w. lalu maju ke muka terus bershalat. Di muka beliau s.a.w. itu berlalulah seekor anjing dan seekor keledai, tetapi tidak dicegah -sebab ada di luar batas tongkat di atas-." (Muttafaq 'alaih) Alanazah dengan fathahnya nun ialah seperti tongkat.

 

780. Dari Abu Rimtsah yaitu Rifa'ah at-Taimi r.a., katanya: "Saya melihat Rasulullah s.a.w. dan beliau mengenakan dua baju yang berwarna hijau." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan isnad yang shahih.

 

781. Dari Jabir r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. memasuki -kota Makkah- pada waktu membebaskan Makkah dan beliau s.a.w. mengenakan sorban hitam." (Riwayat Muslim)

 

782. Dari Abu Said yaitu 'Amr bin Huraits r.a., katanya: "Seolah-olah saya masih dapat melihat kepada Rasulullah s.a.w. dan beliau s.a.w. pada waktu itu mengenakan sorban hitam. Beliau melemberehkan ujungnya diantara kedua bahunya." (Riwayat Muslim) Dalam riwayat Imam Muslim lain disebutkan bahwasanya Rasulullah s.a.w.berkhutbah di muka para manusia dan beliau s.a.w. mengenakan sorban hitam.

 

783. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. dikafani -ketika wafatnya- dengan tiga buah baju yang berwarna putih, buatan negeri Sahul yaitu terbuat dari kapuk. Di dalam kafan itu tidak terdapat gamis dan tidak ada pula sorbannya." (Muttafaq 'alaih) Assabuliyah dengan fathahnya sin dan boleh pula dengan dhammahnya ha', sin dan ha' itu muhmalah, artinya ialah baju atau pakaian yang dinisbatkan kepada negeri Sahul yaitu sebuah desa di daerah Yaman. Alkursuf artinya kapuk.

 

784. Dari Aisyah radhiallahu 'anha pula, katanya: "Rasulullah s.a.w. pada suatu pagi keluar dan beliau s.a.w. mengenakan baju yang digambari dengan gambar pelana dan terbuat dari rambut hitam" (Riwayat Muslim) Almirth dengan kasrahnya mim ialah pakaian dan Almurahhat dengan ha' muhmalah, yaitu yang bergambar pelana unta dan itulah yang disebut Alakwaar (yakni jamaknya Akkuur, artinya pelana unta).

 

785. Dari al-Mughirah bin Syu'bah r.a., katanya: "Saya berada dalam perjalanan bersama Nabi s.a.w. pada suatu malam. Kemudian beliau bertanya: "Adakah engkau membawa air?" Saya menjawab: "Ya." Beliau lalu turun dari kendaraannya lalu berjalan sehingga tertutup dalam kegelapan waktu malam. Selanjutnya beliau datang kembali. Seterusnya saya menuangkan air pada beliau untuk bersuci. Beliau s.a.w. lalu membasuh wajahnya dan beliau mengenakan jubah -baju panjang sampai ke lutut- yang terbuat dari bulu, kemudian beliau tidak dapat mengeluarkan kedua lengannya dari baju itu -karena sempitnya lobang tangan- sehingga dikeluarkanlah kedua lengannya itu dari bawah jubah. Selanjutnya beliau s.a.w. membasuh kedua lengannya dan mengusap kepalanya. Sesudah tu saya turun ke bawah hendak melepaskan kedua sepatu khufnya, tetapi beliau s.a.w. bersabda: "Biarkan sajalah kedua sepatu itu, sebab sesungguhnya saya memasukkannya itu dalam keadaan suci, seterusnya beliau s.a.w. mengusap di atas kedua sepatunya itu." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat lain disebutkan: "Beliau s.a.w. mengenakan jubah buatan negeri Syam -yakni Palestina- yang sempit kedua lobang tangannya. Dalam riwayat lain lagi disebutkan bahwasanya peristiwa ini -yakni sebagaimana yang diuraikan di atas- adalah terjadi dalam perang Tabuk.


Sumber:


Home | TrendMuslim.com